Cara Mengatasi Penyakit Hipoksia Saat Mendaki

Posted on

Cara Mengatasi Penyakit Hipoksia Saat Mendaki – Menjauh dari pembahasan sebelumnya, kali ini anda sudah berada di dalam pembahasan kami yang baru yakni mengenai cara mengatasi penyakit hipoksia saat mendaki gunung.

Tips pendaki ini merupakan tips yang kami hadirkan untuk anda karena kekhawatiran kami bila sewaktu-waktu anda atau rekan anda mengalami atau terseang penyakit ini, minimal anda mengetahui apa penyebab dan bagaimana langkah penanganan yang harus dilakukan jika ada tanda atau gejala penyakit ini. Namun sebelum menuju pada pembahasan utama, apakah anda sudah mengetahui apa itu hipoksia ?

Cara Mengatasi Penyakit Hipoksia Saat Mendaki

Apa yang dimaksud dengan Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan dapat berujung kematian. Namun, bila sudah terbiasa beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kembali ke kondisi normal.

Efek hipoksia yang paling dini terhadap fisiologi tubuh adalah menurunnya ketajaman penglihatan di malam hari, kecepatan bernapas paru-paru juga akan meningkat karena berusaha memperoleh oksigen sebanyak-banyaknya. Apabila keadaan lebih tinggi lagi, maka dapat dijumpai gejala-gejala seperti: rasa mengantuk, kelesuan, kelelahan mental, sakit kepala, mual dan kadang – kadang euforia atau rasa nyaman yang semu.

Gejala yang paling nampak dominan adalah sakit kepala. Jika hipoksia berlebihan maka akan membuat kejang, mengakibatkan koma dan mati rasa. Selain itu pertimbangan daya tanggap terhadap lingkungan menjadi berkurang sehingga menyebabkan kurangnya kontrol terhadap gerakan motorik. Hal tersebut memberikan dampak kemungkinan kecelakaan yang jauh lebih besar.

 

Tingkatan Penyakit Hipoksia

Lain dengan penyakit yang sering menyerang pendaki lainnya, hipoksia memiliki tingkat-tingkat tertentu di dalamnya, kami pikir anda juga perlu mengetahui hal tersebut. Berikut Tingkatan Penyakit Hipoksia antara lain :

  • Hipoksia Fulminan, dimana terjadi pernapasan yang sangat cepat. Paru-paru menghirup udara tanpa adanya udara bersih dan oksigen. Sering ditemui kasus dalam waktu beberapa menit akan jatuh pingsan.
  • Hipoksia Akut, dimana terjadi pada udara yang tertutup akibat keracunan karbon monoksida atau gas lain. Misalnya, seorang pendaki gunung tiba-tiba panik ketika gas belerang datang menyergap. Udara bersih tergantikan oleh gas beracun, dan paru-paru tidak mampu menghirup udara bersih, sehingga pendaki dapat mendadak pingsan.

 

Dampak dari Penyakit Hipoksia

Setelah anda mengetahui apa itu hipoksia dan tingkatan-tingkatan yang ada di dalam penyakit tersebut, sekarang anda harus mengetahui dampak dari hipoksia itu sendiri. Dampak dari hipoksia antara lain :

  • Kesulitan dalam koordinasi, berbicara, dan konsentrasi.
  • Kesulitan bernapas, mengantuk, kelelahan dan sianosis (warna kulit membiru).
  • Penurunan penglihatan, pendengaran dan fungsi sensorik lainnya
  • Tubuh berkeringat dingin.

 

Dampak Lanjut Penyakit Hipoksia

Hipoksia yang berlanjut dapat mengakibatkan ketidaksadaran/pingsan, koma dan akhirnya meninggal. Hal ini tergantung pada ketinggian dan kondisi pendaki. Proses hipoksia timbul secara perlahan.

Biasanya pendaki gunung yang terlalu lama dalam perjalanan pendakian, sesampainya di rumah tubuhnya tidak dapat menerima perubahan suhu. Hipoksia yang terjadi agak lama, tentu saja  akan mengganggu proses pernapasan yang dilakukan paru-paru.

Untuk mencegah dampak buruk dari hipoksia, para pendaki gunung yang sebelumnya mengidap penyakit jantung, pernapasan dan gangguan sirkulasi darah dianjurkan untuk tidak mencapai ketinggian yang melebihi daya tahan tubuh. Dianjurkan sebelum mendaki gunung, seseorang diharapkan periksa keadaan dan kesehatan diri.

 

Langkah Penanganan Penyakit Hipoksia

Jika merasa terkena hipoksia, Anda harus segera ke rumah sakit agar kadar oksigen dalam tubuh bisa dimonitor dan mendapatkan penanganan secepatnya. Ada beberapa pengobatan yang akan dilakukan dokter bagi para penderita hipoksia, yaitu:

  1. Memasok oksigen ke dalam tubuh. Tubuh penderita hipoksia akan dipasok oksigen menggunakan selang atau masker oksigen. Semakin cepat kadar oksigen dalam tubuhnya kembali normal, semakin kecil risiko kerusakan organ tubuh.
  2. Ruang hiperbarik. Penderita hipoksia yang disebabkan oleh keracunan karbonmonoksida biasanya akan dimasukkan ke dalam ruang hiperbarik, yang berfungsi meningkatkan okigen dalam darah.
  3. Membuat saluran udara mekanis yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dengan kadar di atas normal.

Pencegahan hipoksia dapat dilakukan dengan cara menghindari kondisi yang menurunkan kadar oksigen, atau secepatnya memberikan pasokan oksigen sebelum hipoksia muncul. Hipoksia yang disebabkan oleh asma bisa dihindari dengan cara mengikuti terapi asma yang sudah diresepkan oleh dokter. Terapi tersebut juga bisa membantu pasien mengendalikan asma.

sumber : alodokter.com & ardhinw.blogspot.co.id

 

PENUTUP – Baiklah selesai sudah pembahasan kita kali ini mengenai tips mengatasi penyakit hipoksia saat mendaki gunung. Semoga tips pendaki diatas dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga anda dapat memahami segala hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut agar anda dapat berjaga-jaga sebelum penyakit ini menyerang. Atas kunjungan anda kami ucapkan terimakasih banyak dan sampai jumpa lagi di pembahasan kami selanjutnya.