Cara Mengatasi Gigitan Laba-laba Saat Mendaki

Posted on

Cara Mengatasi Gigitan Laba-laba Saat Mendaki – Selesai dengan pembahasan sebelumnya, kali ini kita akan menuju pada sebuah tips pendaki yang akan mengulas tentang cara mengatasi gigitan laba-laba saat mendaki gunung. Tips pendaki ini diharapkan dapat berguna bagi anda bila di suatu waktu anda atau teman mendaki anda mengalami hal tersebut yang tentunya tidak di harapkan. Namun terlebih dahulu anda harus mengenali ciri-ciri gigitan laba-laba yang menggigit anda.

Cara Mengatasi Gigitan Laba-laba Saat Mendaki

1. Perhatikan apakah ada luka tusukan dari dua taring pada permukaan kulit.

Gigitan laba-laba Black Widow sering kali menimbulkan rasa sakit dalam waktu cepat dan dapat dibedakan dari gigitan laba-laba jenis lain atau serangga lain. Gigitan laba-laba Black Widow meninggalkan luka tusukan dua taring pada permukaan kulit.

Meskipun luka tersebut mungkin tidak terasa begitu menyiksa, biasanya gigitan laba-laba Black Widow cukup menyakitkan karena laba-laba tersebut memiliki taring yang panjang dan tajam. Luka tusukan dua taring tersebut kemudian akan memerah dan membengkak. Sensitivitas kulit terhadap rasa sakit pada bagian yang terkena gigitan cenderung meningkat dan menyebar ke bagian-bagian lain dalam waktu satu jam.

  • Waspadalah terhadap efek samping yang lebih serius seperti kram otot yang lebih hebat (terutama di bagian perut), keringat berlebih di sekitar area gigitan, rasa mual, sakit kepala, demam dan mengigau, menggigil, serta tekanan darah tinggi. Hal-hal tersebut merupakan reaksi terhadap racun neurotoksin yang dikeluarkan oleh laba-laba.
  • Antiracun dapat diberikan jika gigitan laba-laba Black Widow menyebabkan rasa sakit dan gejala-gejala serius. Antiracun tersebut disuntikkan pada bagian paha atau diberikan melalui infus oleh pihak medis. Akan tetapi, Antiracun tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi serius yang mungkin lebih buruk daripada gejala-gejala yang disebabkan oleh racun laba-laba.
  • Untuk memudahkan Anda mengenali laba-laba Black Widow, jenis laba-laba tersebut memiliki permukaan kulit yang berkilau, bertubuh bundar dan memiliki pola wajik (atau pola jam pasir) berwarna merah pada bagian bawah perutnya. Di Amerika Serikat, jenis laba-laba ini lebih banyak hidup di negara-negara bagian selatan dan barat.

 

Cara Mengatasi Gigitan Laba-laba Saat Mendaki2. Carilah apakah terdapat luka berbentuk seperti mata (bull’s eye).

Gigitan laba-laba Brown Recluse biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau hanya menyebabkan sensasi sengatan ringan, seperti halnya gigitan nyamuk. Akan tetapi, dalam 30 sampai 60 menit, area di sekitar gigitan akan memerah dan membengkak, dengan luka atau benjolan tengah yang berbentuk seperti mata (bull’s eye).

Ruam merah serta rasa sakit yang intens biasanya muncul dalam 8 jam, seiring membesarnya luka gigitan. Luka tersebut akan terisi oleh darah, kemudian pecah dan meninggalkan semacam borok. Pada tahap ini, sering kali area di sekitar gigitan menjadi kebiruan atau keunguan. Selain itu, terdapat lingkaran kemerahan yang mengelilingi area di sekitar luka gigitan tersebut.

Penanganan medis biasanya hanya diperlukan jika mulai borok atau bisul yang ada muncul selama lebih dari beberapa minggu.

  • Sering kali, borok yang muncul akan sembuh dengan sendirinya. Borok tersebut mengering dan menjadi keropeng, kemudian terlepas dalam beberapa minggu. Akan tetapi, untuk anak-anak dan orang yang sudah tua, proses pengeringan luka tersebut hingga sembuh total terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan karena lemahnya sistem imun orang yang terkena gigitan.
  • Belum ada Antiracun yang membantu mengendalikan efek gigitan laba-laba Brown Recluse. Racun laba-laba tersebut diklasifikasikan sebagai racun pemicu necrosis. Ini artinya, racun tersebut merusak atau membunuh jaringan-jaringan di sekitar luka gigitan dan membuatnya menjadi kehitaman atau kebiruan.
  • Untuk merawat dan menangani luka tersebut, bersihkan daerah gigitan dengan air dan sabun (bukan sabun keras). Dinginkan daerah gigitan dengan es atau cold pack dan angkat bagian tubuh yang terkena gigitan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Minumlah obat-obatan pereda rasa sakit seperti asetaminofen atau pereda pembengkakan (ibuprofen) seperlunya.
  • Untuk memudahkan Anda mengenali jenis laba-laba Brown Recluse, laba-laba tersebut memiliki tubuh berwarna cokelat atau kekuningan. Selain itu, laba-laba tersebut memiliki kaki yang panjang dan ramping, serta tubuh dengan kepala dan bagian perut berbentuk lonjong. Biasanya, laba-laba ini ditemukan di tempat-tempat gelap dan tenang di negara-negara bagian Selatan dan Tengah di Amerika Serikat.

 

3. Perhatikan apakah terdapat bulu-bulu tajam seperti jarum yang menempel pada kulit Anda.

Meskipun tarantula merupakan jenis laba-laba yang dianggap paling mengerikan, jenis laba-laba yang berhabitat asli di Amerika Utara dan Amerika Selatan ini tidak beracun dan jarang sekali menggigit. Akan tetapi, spesies tarantula-tarantula yang baru dapat mengeluarkan atau menusukkan rambut-rambut hitam yang tajam saat merasa cemas atau terancam.

Rambut-rambut tersebut dapat menempel pada kulit dan memicu munculnya reaksi alergi (anafilaksis), seperti gatal-gatal, bengkak dan kesulitan dalam bernafas, terutama bagi orang-orang yang sensitif terhadap pemicu alergi. Rasa sakit yang muncul diawal biasanya terasa seperti sengatan.

  • Orang-orang yang peka terhadap alergi biasannya merupakan para pemilik hewan yang sering menyentuh atau memegang tarantula peliharaannya.
  • Tarantula yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah tidak memilki rambut atau bulu yang tajam, namun memiliki sifat yang lebih agresif dan dapat menghasilkan racun.

 

4. Kenali jenis gigitan laba-laba lain.Cara Mengatasi Gigitan Laba-laba Saat Mendaki

Gigitan laba-laba Black Widow dan Brown Recluse adalah jenis gigitan yang paling mudah dikenali, sering kali karena racunnya dan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Akan tetapi, ada beberapa jenis gigitan laba-laba lain yang lebih umum dan juga tetap dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.

Sebagai contoh, laba-laba Hobo merupakan laba-laba pelari yang berukuran besar, dengan tanda atau pola berwarna kuning pada bagian punggungnya yang berwarna cokelat. Saat menggigit, laba-laba tersebut dapat menyuntikkan racun neurotoksin yang mematikan sel-sel kulit di sekitar daerah yang digigit.

Akan tetapi, rasa sakit atau luka yang disebabkan oleh racun laba-laba tersebut tidak seserius luka atau rasa sakit yang disebabkan oleh racun laba-laba Brown Recluse.

  • Gigitan laba-laba Hobo atau Sac menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit (mis. gatal) dan meninggalkan luka yang menyerupai luka sengatan lebah atau tawon. Akan tetapi, luka awal yang muncul tidak terasa begitu menyakitkan karena taring kedua spesies laba-laba tersebut hampir tidak sebesar atau sekuat taring lebah atau tawon.
  • Untuk memudahkan Anda saat mengenali jenis gigitan laba-laba yang ada, tangkap laba-laba yang menggigit Anda atau ambillah foto dari laba-laba tersebut menggunakan kamera ponsel, kemudian bawa laba-laba (atau fotonya) ke klinik terdekat. Kemungkinan ada tenaga medis yang dapat mengenali laba-laba tersebut. Sebagai alternatif, Anda juga dapat melakukan pencarian sendiri di internet. Sering kali, gigitan laba-laba biasa tidak berbahaya dan hanya menyebabkan gatal-gatal ringan yang akan hilang dalam beberapa hari.
  • Biasanya, untuk merawat atau menangani luka gigitan laba-laba, Anda cukup menggunakan gel antiseptik, es (untuk mendinginkan luka) dan obat-obatan yang tersedia di lemari obat.
  • Secara umum, gigitan laba-laba merupakan bentuk pertahanan dirinya terhadap bahaya (misalnya, saat ia terjepit di antara kedua jari atau tangan Anda, atau semacamnya).

 

5. Tindakan Penanganan Gigitan Laba-laba

Setelah selesai dengan ciri gigitan laba-laba sekarang anda akan kami ajak menuju bagaimana cara mengatasi gigitan laba-laba saat mendaki. Berikut pembahasannya untuk anda :

 

  1. Kompres Es

Ketika awal digigit, Anda harus membersihkan luka menggunakan air dan sabun. Selanjutnya gunakan kompres es di bagian yang terluka. Nantinya suhu dingin dari kompres akan membantu membuat ujung saraf mati rasa, sehingga sensasi gatal, pembengkakan serta peradangan dapat dikurangi.

Cara membuat kompresnya sangat mudah. Anda hanya perlu membungkus beberapa es batu kecil dengan handuk tipis. Selanjutnya tempatkan handuk tersebut di atas luka dan diamkan selama 10 menit. Lakukan cara ini beberapa kali.

 

  1. Baking Soda

Zat alkali yang terkandung pada baking soda mampu membantu menarik racun laba-laba keluar, sehingga dapat menenangkan rasa sakit, peradangan serta gatal pada kulit. Anda bisa mencampurkan 1 sendok takar baking soda dengan 3 sendok takar air. Setelah itu oleskan ramuan tersebut ke area gigitan menggunakan bola kapas. Diamkan selama 5 menit, lalu cuci menggunakan air hangat.

 

  1. Garam

Cara alami mengobati gigitan laba-laba selanjutnya adalah dengan menggunakan garam. Dengan sifat antiseptik dan anti-inflamasi, garam merupakan bahan yang cocok untuk mengeluarkan racun dari gigitan laba-laba, sehingga proses pemulihan akan berlangsung lebih cepat. Selain itu, kandungan pada garam tersebut juga dapat membantu mengurangi gejala dari gigitan, termasuk kemerahan dan peradangan.

Untuk penggunaannya, Anda bisa mencuci dahulu area yang tergigit hingga bersih menggunakan air hangat. Setelah itu taburkan garam meja ke kain lap bersih yang basah. Selain menggunakan garam meja, Anda juga bisa menggunakan garam laut. Selanjutnya gunakan kain tersebut untuk dijadikan perban. Diamkan selama beberapa jam, lalu lepaskan kain.

 

  1. Kentang

Anda juga bisa menggunakan kentang untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, sekaligus juga menenangkan. Hal ini dikarenakan sifat anti-iritasi yang terdapat pada kentang sangat bermanfaat untuk menghilangkan peradangan dan rasa gatal.

Anda bisa mengupas 1 buah kentang besar, lalu mencucinya. Setelah itu belah kentang menjadi 2 bagian. Lanjutkan dengan membersihkan luka gigitan menggunakan alkohol. Jika sudah, letakkan tapal kentang ke area yang sakit. Lalu diamkan hingga kering. Agar lebih mempermudah, Anda bisa mengikat kentang menggunakan kain. Setelah kentang menua, Anda bisa membersihkan area yang sakit dengan air hangat.

 

  1. Jus Lemon

Selain menggunakan kentang, Anda juga bisa menggunakan jus lemon sebagai cara alami mengobati gigitan laba-laba. Cara penggunaannya sangatlah mudah. Anda hanya perlu membuat jus dari lemon segar. Setelah itu terapkan jus tersebut ke area yang sakit menggunakan bola kapas. Diamkan hingga kering, lalu bilas dengan air hangat.

sumber : wongsehat.com & id.wikihow.com

 

PENUTUP – Selesai sudah pembahasan tips pendaki kita kali ini tentang cara mengatasi gigitan laba-laba saat mendaki gunung. Sudah waktunya kami menutup pembahasan ini, kami harap anda mendapatkan apa yang anda cari mengenai cara mengatasi gigitan laba-laba saat mendaki. Atas kunjungan anda kami ucapkan terimakasih banyak dan sampai jumpa dalam pembahasan kami selanjutnya.